Biografi Nelson
Mandela
PENDAHULUAN
Penulisan riwayat singkat tentang kehidupan Nelson
Mandela ini diawali
dengan dengan melihat banyaknya keistimewaan kepribadian yang dimilikinya. Perjalanan hidupnya banyak diabadikan
untuk sebuah perjuangan demi kemamkmuran bangsa dan negaranya. Namun
dengan gaya kepemimpinannya
yang sangat sederhana tanpa menyimpan dendem yang berlebihan kepada lawan
politiknya akhirnya dapat merubah pergantian kepemimpinan di afrika Selatan
dengan tanpa banyak korban dan sukses dalam melakukan rekonsialiasi walaupun
dalam satu sisi dirinya pernah terzolimi dan dipenjara.
Perlawanannyapun membuahkan perubahan yang sangat besar
dalam pemerintahan afrika selatan yang telah banyak diasingkan dalam dunia
internasional, dimana pada saat terjadi politik Apartheid, dunia mengecam afrika selatan. Sosok Nelson Mandela
muncul dalam memberikan angin segar perubahan dinegaranya. Untuk lebih
mendalami dan mengikuti perjuangan Nelson Mandela, penulis mencoba
menggambarkannya lewat sejarah singkat Nelson Mandela dibawah ini untuk dapat menjadikan pendidikan
politik yang bermartabat.
Sejarah
Nelson Mandela
Nelson
Mandela lahir pada tanggal 18 juli 1918, Ayahnya, Henry Mphakanyiswa Gadla adalah seorang kepala suku yang cukup
makmur , Nelson adalah anak dari istrinya yang ketiga, Nosekeni fanny,
yang juga memiliki tiga anak perempuan.
Mandela lahir di wilayah Transkei, Afrika Selatan, di sebuah desa kecil bernama
Qunu sebuah kumpulan pondok yang bentuknya
seperti sarang lebah dan beratap jerami. Ibunya tidak dapat membaca atau menulis
, tapi Nelson harus didik, dan ia mulai menjadi murid disekolah setempat, ia
tercatat sebagai anak pendiam dan rajin. Sekolahnya itu hanya berjalan pada tahun-tahun
awal saja, dan ketika nelson berusia sepuluh tahun ayahnya meninggal dan tidak
ada uang untuk melanjutkan pendidikan. Tetapi kemudian kemenakan ayahnya,
Jongintaba menjadi kepala suku dan Jongintaba menerima tanggung jawab
terhadap pendidikan anggota klannya. Ia memperlakukan Nelson sudah seperti
anaknya sendiri.
Pada
tahun 1928 Nelson pindah ke tempat besar, yang merupakan Kraal kerajaan di
Mqekezweni, dan tinggal di sebuah pondok bersama sepupunya justice, malam hari,
seperti biasanya juga dilakukan di Qunu ia duduk api unggun mendengarkan
orang-orang tua berbicara tentang “masa
lalu yang baik, sebelum kedatangan kulit putih. Ini adalah tahun-tahun yang
membentuk watak dan tindakan Mandela. Dengan mempelajari sejarah ia memiliki
komitmen untuk berjuang demi mereka.
Mula-mula
jongintaba mengirimnya ke clarkebury, lalu ke healdtown, salah satu sekolah
bagai orang kulit hitam yang terkemuka. Penguasa kulit putih menetapkan adanya
sekolah yang terpisah bagi kulit berwarna dan orang Asia, di Healdtown, Nelson
tinggal di asrama. Pada tahun 1938 Nelson Mandela tamat dari sekolah. Ia lulus
dengan angka-angka yang baik sehingga Jongintaba memutuskan agar ia melanjutkan
pendidikan ke Universitas, di South African Native Gollege yang terletak di
fort here, seperti mahasiswa lainnya Mandela segera melihat kehidupan kampus
jauh lebih luas dari sekedar belajar.
Tubuhnya tinggi dan penampilannya selalu baik, apalagi kalau sedang
mengenakan jas yang khusus dijahitkan untuknya. Ia juga akrab dengan mahasiswa
perempuan. Ia ikut dalam kegiatan tari, dan cukup lama belajar waltz dan foxtrot.
Mandela
menikmati kehidupan di johanesburg yang
begitu hidup dan meriah. Ia tinggal di Alexandra dan berjuang hidup dengan sedikit uang yang dimilikinya.
Ia meperoleh gelar sarjana muda dengan sistem kuliah jarak jauh dan berada
dibawah bimbingan seorang ahli hukum kulit putih, LazerSidelsky. Ahli hukum ini
menaruh perhatian terhadap kemajuan yang diraih Mandela, dan kemudian sudah
seperti abangnya sendiri. Di Johnnesburg pula, Nelson Mandela bertemu dengan
Walter Sisulu. Ia adalah orang yang bersama mandela akan menjadi salah satu
pemimpin Afrika Selatan. Sisulu dan Mandela
bersahabat baik. Mandela melanjutkan kuliah hukum di “Wits”, sebuah
universitasa di Witwatersrand. Mandela kini belajar untuk memperoleh gelar
keduanya sarjana hukum. Dengan gelar ini, ia dapat bekerja sebagai ahli hukum,
dan ia berjuang keras untuk mendapatkannya namun Mandela gagal melanjutkan
pendidikannya dan beralih menempuh ujian untuk bekerja sebagai pengumpul derma.
Perjalanan
karir Nelson Mandela
Pengaruh
Walter Sisulu yang lain terhadap mandela adalah dengan memperkenalkan kepada
ANC, Kongres Nasional Afrika. Mandela segera bekerja dengan sekelompok pemuda
yang berusaha keras mengerahkan organisasi ini kepada aksi-aksi radikal.
Dalam
pertemuan di Johannesburg pada tahun 1944, kaum nasionalis Afrika mendirikan
Liga Pemuda ANC. Liga ini menjadi alat pendorong perubahan di dalam tubuh
organisasi besarnya. Pada saat yang sama, Nelson Mndela mulai masuk ke dalam lingkaran-lingkaran
yang bertentangan, ia terlibat dalam
debat-debat seru tentang cara terbaik bagi mayoritas kulit hitam mendapat
kemerdekaannya. Pikiran yang terlatih dan dipertajam melalui studi hukum
memberikan peran pemimpin kepada Mandela. Hal ini makin jelas jika dihubungkan
dengan sikapnya yang hangat, sebuah sikap yang sudah menjadi bagian dari
wataknya.
Pada
tahun 1948, Mandela telah menjadi tokoh yang disegani di Liga Pemuda. Ia
terpilih sebagai Sekretaris Jenderal, sebuah kunci di dalam organisasi
tersebut. Tetapi, tahun itu juga menjadi
titik balik dalam sejarah Afrika Selatan kaum nasionalis Afrikaner terpilih
dengan kemenangan mutlak oleh para pemilih kulit putih dengn menyebarkan janji
Apartheid memperluas Segresi rasial yang telah berlangsung lama dan menjadi
bagian dari Afrika selatan.
Sementara
penindasan terus berlangsung Mandela memainkan peranan penting sebagai Sekretaris
Jendral Liga pemuda ANC dengan menempatkan organisasi itu dalam skala nasional.
Tujuan pertamanya telah tercapai menjadikan ANC sebagai kelompok penekan yang efektif di dalam ANC. Pada
akhir tahun 1949, organisasi itu berhasil membuat konferensi nasional ANC
menerima “program aksi” sebuah rancangan aksi menentang penguasa kulit putih dengan cara tidak
bekerja sama.
Mandela,
sang pemimpin
Mandela
dengan cepat naik ke jajaran tertinggi pemimpin ANC. Pada atahun 1951 ia
terpilih menjadi ketua Liga
pemuda pada tahun 1952, ketika usianya 33 tahun ia menjadi pemimpin di Propinsi
Transvaal. Johannesburg adalah ibu kota propinsi yang kuat ini, di tingkat
nasional ia menjadi salah satu dari empat wakil ketua yang ada.Kegiatan
profesionalnya juga makin berkembang. Bersama Oliver Tambo, rekannya di Liga
Pemuda ANC, ia menjalankan praktek hukum
Selanjutnya, ia
terpilih lagi
menjadi ketua suka rela untuk aksi ANC yang berikutnya, dan juga yang paling ambisius dalam
sejarahnya. Aksi itu menuntut dibatalkannya enam undang-undang yang tidak adil.
Pemerintah menolak ANC melancarkan
kampanye pembangkangan.
Mandela
ditangkap, tapi segera membayar
uang jaminan agar dapat melanjutkan kampanye tersebut. Ia mendesak orang-orang
agar tetap bertahan dan menekankan bahwa apa yang dijalankan saaat itu adalah
protes tanpa
kekerasan.
Tanpa kekerasn adalah prinsip dasar ANC.
Prinsip ini dituruti karena para pemimpin ANC percaya kepada protes damai
sebagai hasil cara pandang kristen mereka. Walaupun ia telah berusaha kerasa,
kekerasan kerap terjadi baik dari polisi maupun orang-orang pemukiman sendiri.
Mandela
kini benar-benar dalam bahaya. Bersama sejumlah pemimpin lainnya yang menjadi
sasaran pemerintah. Ia adalah salah satu pemimpin yang terus diganggu
pemerintah tanpa perlu diajukan ke pengadilan. Mandela di larang menghadiri
pertemuan dimanapun. Mandela juga dilarang meninggalkan Johannesburg. Usaha
pemerintah untuk menghentikannya tidak sepenuhnya berhasil.
Pembantaian
di Sharpeville
Mandela
adalah salah satu di antara pemimpin ANC yang membakar pas jalannya di depan
umum. ANC menyerukan aksi mogok sebagai potes seminggu kemudian, dan mendapat simpati
terbesar sepanjang sejarahnya. ketika terjadi bentrokan, polisi menembaki lebih
banyak orang lagi. Tetapi Mandela tetap memilih jalan tanpa kekerasan. Ia
memimpin sebuah kampanye menuntut konvensi nasional bagi seluruh penduduk
Afrika selatan untuk menyiapkan undang-undang baru yang adil.
Mandela
tetap berhubungan dengan rakyat melalui sejumlah wartawan kepercayaannya.
Nelson mandela, ahli hukum yang selalu berpakaian dengan baik kini bekerja di
belakang layar. Ia sama sekali tidak memperlihatkan rasa takut. Dengan tenang
dan meyakinkan ia memimpin pemogokan itu. Mandela dikenal sebagai tokoh yang
selalu lolos dari tangkapan polisi.
Beberapa
minggu kemudian Mandela mengungsi ke luar negeri. Tanpa paspor ia pergi melalui
Bostwana ke berbagai negara di Afrika, bertemu dengan para pemimpin dan mencari bantuan mereka untuk menyerang
Apartheid. Ia meminta bantuan keuangan dan tenaga untuk melatih gerilyawan.
Negara-negara Afrika, seperti Ghana, mendengarkannya dengan simpatik dan
berjanji akan memberikan bantuan.
Enam
bulan kemudian Mandela kembali ke Afrika selatan menerobos perbatasan dari
Botswana. Polisi mendapat kabar bahwa ia telah kembali. Perburuan tehadap
dirinya kembali dimulai. Polisi terus menerus mengawasi Winnie dan berulang
kali menangkapnya. Mandela berkeliiling negeri untuk membentuk organisasi baru
itu. Ia menyamar sebagai seorang sopir dengan nama “David Motsmai” pada tanggal
5 agustus 1962 sebuh mobil polisi menyusul dan menyuruh berhenti dan menangkap
nelson mandela ia dihukum penjara selama selama lima tahun dan kemudian Walter Sisulu
dan pimpinan tertinggi Umkohonto We Swize.
Berdasarkan
dokumen-dokumen yang ditemukan di lilliesleaf, Mandela kembali dituntut bersama
sembilan orang lainnya oleh Mahkamah Agung di Pretoria. Dalam daftar namanya
tertera sebagai tertuduh pertama. Kelompok itu dituduh melakukan sabotase
revolusi dengan kekerasan. Tuntutan terhadap mereka benar-benar menyeramkan,
yaitu hukuman mati. Gelombang protes terdengar diseluruh dunia. Hukumannya
berubah penjara seumur hidup. Kali ini ia bersama teman-temannya diterbangkan
ke Cape Town. Dan di tempat itulah Nelson Mandela menghabiskan delapan belas
tahun hidupnya. Mandela selalu bersikap ramah dan selalu bersedia memberikan
pendapat-pendapatnya. Seperti pada saat ia masih bebas, ia dikenal karena
ketenangannya dan kemauannya untuk mendengarkan apa saja yang ingin dikatakan
orang lain. Ia bermain catur dan meneruskan kuliah hukumnya yang tidak sempat
diperoleh pada tahun 1940-an
Dengan
cepat ia menjadi terkenal dan sekaligus menakutkan bagi petugas penjara.
Menyadari perkembangan yang berbahaya ini, ia dipisahkan bersama sejumlah
teman, seperti Walter Sisulu, dari tahanan lainnya dan di tempatkan di dalam
bagian yang terpisah.
Mandela
di tawarkan kebebasan
Pemerintah
segera menyadari bahaya yang sedang melanda kekuasaan mereka, sebelum
pemberontakan anak-anak tahun 1976, usaha mendekati Mandela secara diam-diam
telah di lakukan secara diam-diam. Mandela ditawarkan meninggalkan negeri ini
dan ditawarkan pergi ke Transkei, salah satu negara tribal kecil yang
“merdeka”. Tetapi, Mandela menolak. Mandela menekankan bahwa ia hanya mau
meninggalkan penjara jika tidak ada syarat yang harus dipenuhinya. Jika
dilepaskan, ia mau kembali sebagai orang yang bebas, dan dapat melakukan apapun
yang dikehendakinya.
Syaratnya
sangat mudah dan masuk akal, ia harus meninggalkan aksi kekerasan. Tetapi,
sementara itu Apartheid masih tetap berlangsung, dan ANC masih tetap
melancarkan perlawanan bersenjata terhadap kekuasaan kulit putih. Bagi Mandela
mengutuk aksi kekerasan sama dengan mengutuk ANC dan perjuangan untuk mencapai
kebebasan. Ia hanya mau berunding dengan
pemerintah sebagai orang bebas dan jika ANC juga di bebaskan. Tuntutan agar ia
dibebaskan terus terdengar dari seluruh penjuru dunia. Ia mewakili kebebasan di
Afrika Selatan, dan menjadi simbol kebebasan di seluruh dunia, dimana masih ada
orang-orang tertindas.
Perpecahan
di dalam pemerintah
Kasus
Mandela berhasil menarik perhatian internasional tentang apartheid dan
kerusuhan yang terjadi di negeri itu ketika pemerintah berusaha mempertahankan
kekuasaan dengan jalan kekerasan. Tiba-tiba secara mendadak ia diberitakan
sakit. Ia segera di bawa kerumah sakit karena mengidap tuberkolosis. Tak lama
kemudian ia kembali sehat.
Pada
tahun 1989 peristiwa politik berkembang dengan cepat, keadaan ekonomi Afrika
Selatan memburuk. Pertumbuhan ekonomi terganggu karena kerusuhan di dalam
negeri yang hampir tidak pernah berhenti, ditambah lagi dengan sangsi ekonomi
yang di lakukan oleh sejumlah negara. Pada awal tahun 1990, bersamaan dengan
terpilihnya F.W. De Klerk sebagai Presiden Afrika Selatan, jelas bahwa
pembebasan Mandela tinggal menunggu waktu saja. Pada tanggal 2 Februari 1990 di
cabutnya larangan
terhadap ANC, PAC, dan lembaga lainnya
yang dinyatakan terlarang selama bertahun-tahun.
Akhirnya
pada tanggal 10 Februari, ia mengumumkan bahwa Nelson Mandela akan dibebaskan
hari berikutnya tanpa syarat. Mandela mulai berpidato tentang perdamaian,
demokrasi, dan kebebasan kutipan dari pidato mandela “Aku berjuang menentang
dominasi kulit putih dan aku berjuang menentang dominasai kulit hitam. Aku
membawa gagasan tentang masyarakat yang demokratis dan bebas, dimana semua
orang hidup dalam harmoni dan kesempatan yang sama. Ini adalah gagasan tentang
hidup yang ingin kujalani dan kucapai. Tetapi jika diperlukan, aku rela mati
demi gagasan ini”
Tanpa
dendam
Ketika
Mandela menghadiri pertemuan demi pertemuan, gambaran yang mengejutkan orang
kulit putih pada khususnya , adalah tidak adanya sikap dendam tehadap masa
lalu. Ia memperlihatkan simpatinya terhadap kegelisahan kelompok minoritas
kulit putih tentang masa depannya yang berhadapan dengan mayoritas kulit hitam.
Mandela bekerja keras mengelilingi dunia untuk mengumpulkan dana bagi ANC dan
mengucapkan terimakasih secara pribadi kepada berbagai pemerintah yang telah
menyumbangkan suara mereka bagi kebebasannya. Ia ditunjuk sebagai pejabat
presiden ANC. Ia berhasil dalam menjaga unsur-unsur yang lebih agresif di ANC
berbicara dan membuat mereka menghentikan perjuangan bersenjata mereka. Nelson
Mandela dan De Klerk dinominasikan untuk hadiah nobel bagi perdamaian dan
walaupun mereka tidak memenangkannya, mereka mendapatkan penghargaan
intenasional lainnya di bidang hak asasi manusia.
Negoisasi
mengalami kemajuan dan De Klerk mencabut undang-undang diskriminasi. Ia menghapuskan
persyaratan undang-undang diskriminasi. Ia menghapuskan persyaratan
undang-undang pemisahan fasilitas, undang-undang tanah, undang-undang wilayah
kelompok, dan undang-undang pendaftaran registrasi penduduk. Inilah saatnya
untuk menggantungkan harapan besar dan persahabatan di antara rakyat Afrika
Selatan. Namun kehidupan pribadi Mandela tidak semulus kehidupan profesionalnya
ia berpisah dengan Winnie karena Mandela mengumumkan telah terjadi
perbedaan-perbedaan yang tidak dapat didamaikan lagi di antara mereka.
Ekonomi
berada dalam keadaan yang mengenaskan. Walaupun Mandela melakukan pembicaraan
pribadi dengan De Klerk, negoisasi-negoisasi yang dilakukan gagal. Kekerasan
meningkat antara kulit
hitam dan kulit putih namun juga antara kulit hitam, terutama antara ANC dan
pergerakan Zulu.
Perubahan-perubahan
besar yang terjadi setelah Mandela
dibebaskan menunjukkan keinginan besar di antara kaum kulit putih dan hitam
akan perubahan dan kerja sama. Kegagalan terletak pada perjuangan akan kekuasaan dan
kesulitan untuk membentuk pemerintah yang benar-benar baru. Inilah Nelson
Mandela, manusia yang terus melakukan sisi kemanusiaannya yang terbaik untuk
mengakhiri apartheid dan untuk
memecahkan satu dari masalah-masalah dunia yang paling akut.
Pada
1994, Afrika Selatan mengadakan pemilihan umum kali pertama dalam sejarah
Afrika Selatan. Mandela
menjadi presiden kulit hitam pertama Afrika selatan. Setelah lima tahun menjadi
presiden, Mandela pensiun dari jabatannya di politik. Dia kembali untuk tinggal
di wilayah Transkei, dimana dia dibesarkan.
Apa yang perlu dipetik dari kepemimpinan Nelson Mandela ?
Saat
dunia merayakan kehidupan dan warisan dari mantan presiden Afsel dan penerima
Penghargaan Nobel Perdamaian Dunia Nelson
Mandela, namun kiranya kita
perlu memetik pelajaran kepemimpinan yang berharga dari kehidupan sang legenda.
Bagaimana pun kepemimpinan Mandela mencerminkan nilai-nilai universal yang
tidak akan lengkang oleh jaman. Nilai-nilai kepemimpinan ini patut diketahui
dan diamalkan oleh setiap pemimpin, terutama generasi muda yang akan
datang. Dimana kepemimpinan bukan hanya sekedar menjadi pemimpin dan mempunyai
kekuasaan namun perlu juga memperhatikan hal etika dan perilaku manusianya.
Seperti yang dikemukakan dalam Great Man Theory bahwa :
a. Pemimpin
yang benar-benar hebat itu dilahirkan bukan diciptakan,
b. Kepemimpinan
merebes keluar bagaikan uap es kering, dari manusia unggul yang diberkahi
kecerdasan luar biasa, energi dan kemanpuan moral,
c. Seorang
individu yang menonjol bisa muncul pada saat krisis dan mengiring bangsa menuju
kemenangan atau menyelamatkan perusahaan.
Seperti yang telah dikemukan dalam teori tersebut bahwa
kepemimpinan Mandela muncul ketika kondisi Afrika Selatan
yang kurang kondusif, tekanan demi tekanan dirasakannya dan akhirnya muncul
sebagai pemimpin yang didukung oleh masyarakatnya.
Kepemimpinan itu mengedepankan
perilaku, bukan jabatan
Meskipun
Mandela hanya menjadi penguasa di Afsel selama 5 tahun, beliau mampu menjadi
panutan warga dunia. Mandela merupakan contoh klasik bagaimana seseorang bisa
memimpin tanpa adanya kewenangan formal. Selama lebih dari 27 tahun ia
dipenjara, ia tetap memancarkan pengaruhnya. Sepanjang masa kepemimpinan
sebagai presiden selama 5 tahun, kepemimpinannya lebih kokoh. Dalam 1,5 dekade
dan masa pensiunnya dari dunia politik, pengaruh Mandela terus tumbuh dan
meluas dalam bidang filantropi dan kemanusiaan. Tak bisa disangkal, pengaruhnya
makin luas berkat posisi presiden yang ia duduki. Tetapi di samping itu,
Mandela menunjukkan bahwa posisi dan gelar tidak mendefinsikan apakah seseorang
pemimpin yang hebat, justru mereka mendefinisikan dirinya sendiri dan
memaksimalkan kekuatan dan kekuasaannya yang didapat dalam posisi itu untuk
memberikan sebanyak mungkin pengaruh positif bagi masyarakat luas yang
dipimpinnya.
Kapasitas
untuk menyatukan, memotivasi dan menggerakkan mereka yang dipimpin untuk
mewujudkan aspirasi bersama dalam kehidupan ialah hal yang perlu dicapai dalam
sebuah kepemimpinan, bukan hanya menduduki jabatan tertentu dan memerintah
orang seenaknya. Kebenaran sederhana ini memberikan harapan bagi generasi masa kini
dan mendatang, menunjukkan bahwa kepemimpinan bukanlah sebuah aktivitas yang
semata-mata berhubungan dengan setelan jas atau penampilan rapi layaknya CEO
ternama. Kebaikan bisa dilakukan pada semua tahap karir seseorang. Kepemimpinan
yang baik dapat menyalakan kembali jiwa dan semangat dalam profesional yang
tengah menapaki karirnya- seseorang tengah mengamati, belajar dan menirukan
teladan yang diberikan,
tidak peduli siapa yang mengakui atau mengabaikan kontribusi yang diberikan sebagai pemimpin. Pada saat
yang sama, teladan yang diberikan Mandela juga memberikan tujuan yang terbarukan pada para pemimpin yang
berkuasa bahwa pensiun
bukanlah sesuatu yang menjadi momok menakutkan dan harus dihindari. Ada tujuan
dan makna unik dalam setiap tahapan kehidupan manusia. Terimalah setiap fasenya
dan arahkan ke tempat Anda berada.
Lebih suka merangkul daripada
balas dendam
Dikatakan
bahwa pada saat menghadapi bahaya, orang secara
naluriah akan merespon, bertarung atau melarikan diri. Sama halnya dalam
menghadapai konflik, banyak pemimpin memberikan respon standar yang hampir
otomatis: mereka memilih untuk berkolaborasi atau membalas dendam. Tidak ragu
lagi membalas lawan bisa memberikan kepuasan tetapi dalam dunia yang saling
terhubung, hal ini bisa menjadi strategi jangka pendek yang suatu saat berubah dan merugikan.
Mengasingkan mitra potensial akan menghambat kemajuan pada diri kita. Pembalasan makin memperkuat
keterkungkungan, sementara kolaborasi akan menyembuhkan dan mengeratkan
hubungan. Membalas memperpanjang permusuhan tetapi kolaborasi justru
meningkatkan pembelajaran dan kemajuan bersama. Naluri untuk berkolaborasi ini
menjadi titik tertinggi kepemimpinan abad ke-21 yang efektif. Inilah naluri
yang dimiliki Mandela dalam memimpin.
Mandela
mengasah naluri berkolaborasinya sebelum menjadi presiden kulit hitam pertama
di Afsel, menyusun sebuah tim kepemimpinan yang multirasial dan seimbang dalam
komposisi gender dalam memberantas apartheid sebagai kepala dalam Kongres
Nasional Afrika. Seperti sebagian besar pemimpin hebat, Mandela mengetahui
bagaimana mendengar dan memaksimalkan potensi dalam cara pikir orang lain. Ia
memahami kekuatan memaafkan mereka yang sudah menganiayanya dan dengan rendah
hati bekerjasama dengan mereka yang sudah diperlakukan secara kurang adil.
Riset dan pengalaman menunjukkan bagaimana naluri berkolaborasi mengubah
bangsa, merevolusi pemerintahan,
meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dan akhirnya
memperkaya kehidupan masyarakat secara luas.
Jangan pernah menyerah dengan
gagasan yang tampak mustahil
Apakah
gagasan bahwa Afsel yang bebas apartheid tidak mungkin tercapai hingga tidak
pantas mendapatkan komitmen untuk mewujudkannya? Perkataan Mandela yang banyak
dikutip ialah “Selalu tampak mustahil hingga telah terwujud.” Kegigihan tekadnya
dalam menghadapi apartheid yang kurang manusiawi menunjukkan pada kita bahwa
sesuatu yang tampak mustahil akan tetap mustahil jika pria dan wanita yang
memiliki tujuan yang sama gagal membangkitkan keberanian untuk melakukan hal
yang dianggap benar.
DAFTAR
PUSTAKA :
Soeratman
Darsti. 2012. Sejarah Afrika, ombak, Yogyakarta.
http://indonesiadalamsejarah.blogspot.com/2012/03/nelson-mandela-dan-politik-apartheid.html
http://zounathan.blogspot.com/2012/02/politik-apartheid-afrika-selatan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar