SELAMAT DATANG

DI BLOG PRO PERUBAHAN

Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit .

Terima kasih, anda telah bergabung di Blog pro perubahan. Saya berharap dengan bergabungnya anda di bolg ini dapat memberikan warna baru dan pemikiran baru dalam kemajuan bangsa dan negara. Apabila anda berkenan, Saya harapkan berikan komentar atas tulisan, artikel, polling, dan opini yang Saya postingkan. Semua permintaan ini, harapan Saya hanya satu yaitu mendapatkan kritikan, masukan untuk kemajuan isi blog pro perubahan kedepan. Terimakasih.

08/12/15

Biografi Tokoh Dunia



Biografi Nelson Mandela

PENDAHULUAN
Penulisan riwayat singkat tentang kehidupan Nelson Mandela ini diawali dengan dengan melihat banyaknya keistimewaan kepribadian yang dimilikinya. Perjalanan hidupnya banyak diabadikan untuk sebuah perjuangan demi kemamkmuran bangsa dan negaranya. Namun dengan gaya kepemimpinannya yang sangat sederhana tanpa menyimpan dendem yang berlebihan kepada lawan politiknya akhirnya dapat merubah pergantian kepemimpinan di afrika Selatan dengan tanpa banyak korban dan sukses dalam melakukan rekonsialiasi walaupun dalam satu sisi dirinya pernah terzolimi dan dipenjara.
Perlawanannyapun membuahkan perubahan yang sangat besar dalam pemerintahan afrika selatan yang telah banyak diasingkan dalam dunia internasional, dimana pada saat terjadi politik Apartheid, dunia mengecam afrika selatan. Sosok Nelson Mandela muncul dalam memberikan angin segar perubahan dinegaranya. Untuk lebih mendalami dan mengikuti perjuangan Nelson Mandela, penulis mencoba menggambarkannya lewat sejarah singkat Nelson Mandela dibawah ini untuk dapat menjadikan pendidikan politik yang bermartabat.

Sejarah Nelson Mandela
Nelson Mandela lahir pada tanggal 18 juli 1918, Ayahnya, Henry Mphakanyiswa Gadla adalah seorang kepala suku yang cukup makmur , Nelson adalah anak dari istrinya yang ketiga, Nosekeni fanny, yang  juga memiliki tiga anak perempuan. Mandela lahir di wilayah Transkei, Afrika Selatan, di sebuah desa kecil bernama Qunu sebuah kumpulan pondok yang bentuknya seperti sarang lebah dan beratap jerami. Ibunya tidak dapat membaca atau menulis , tapi Nelson harus didik, dan ia mulai menjadi murid disekolah setempat, ia tercatat sebagai anak pendiam dan rajin. Sekolahnya itu hanya berjalan pada tahun-tahun awal saja, dan ketika nelson berusia sepuluh tahun ayahnya meninggal dan tidak ada uang untuk melanjutkan pendidikan. Tetapi kemudian kemenakan ayahnya,  Jongintaba menjadi kepala suku dan Jongintaba menerima tanggung jawab terhadap pendidikan anggota klannya. Ia memperlakukan Nelson sudah seperti anaknya sendiri.
Pada tahun 1928 Nelson pindah ke tempat besar, yang merupakan Kraal kerajaan di Mqekezweni, dan tinggal di sebuah pondok bersama sepupunya justice, malam hari, seperti biasanya juga dilakukan di Qunu ia duduk api unggun mendengarkan orang-orang tua berbicara tentang  “masa lalu yang baik, sebelum kedatangan kulit putih. Ini adalah tahun-tahun yang membentuk watak dan tindakan Mandela. Dengan mempelajari sejarah ia memiliki komitmen untuk berjuang demi mereka.
Mula-mula jongintaba mengirimnya ke clarkebury, lalu ke healdtown, salah satu sekolah bagai orang kulit hitam yang terkemuka. Penguasa kulit putih menetapkan adanya sekolah yang terpisah bagi kulit berwarna dan orang Asia, di Healdtown, Nelson tinggal di asrama. Pada tahun 1938 Nelson Mandela tamat dari sekolah. Ia lulus dengan angka-angka yang baik sehingga Jongintaba memutuskan agar ia melanjutkan pendidikan ke Universitas, di South African Native Gollege yang terletak di fort here, seperti mahasiswa lainnya Mandela segera melihat kehidupan kampus jauh lebih luas dari sekedar belajar.  Tubuhnya tinggi dan penampilannya selalu baik, apalagi kalau sedang mengenakan jas yang khusus dijahitkan untuknya. Ia juga akrab dengan mahasiswa perempuan. Ia ikut dalam kegiatan tari, dan cukup lama belajar  waltz dan foxtrot.
Mandela menikmati kehidupan di  johanesburg yang begitu hidup dan meriah. Ia tinggal di Alexandra dan berjuang  hidup dengan sedikit uang yang dimilikinya. Ia meperoleh gelar sarjana muda dengan sistem kuliah jarak jauh dan berada dibawah bimbingan seorang ahli hukum kulit putih, LazerSidelsky. Ahli hukum ini menaruh perhatian terhadap kemajuan yang diraih Mandela, dan kemudian sudah seperti abangnya sendiri. Di Johnnesburg pula, Nelson Mandela bertemu dengan Walter Sisulu. Ia adalah orang yang bersama mandela akan menjadi salah satu pemimpin Afrika Selatan. Sisulu dan Mandela  bersahabat baik. Mandela melanjutkan kuliah hukum di “Wits”, sebuah universitasa di Witwatersrand. Mandela kini belajar untuk memperoleh gelar keduanya sarjana hukum. Dengan gelar ini, ia dapat bekerja sebagai ahli hukum, dan ia berjuang keras untuk mendapatkannya namun Mandela gagal melanjutkan pendidikannya dan beralih menempuh ujian untuk bekerja sebagai pengumpul derma.

Perjalanan karir Nelson Mandela
Pengaruh Walter Sisulu yang lain terhadap mandela adalah dengan memperkenalkan kepada ANC, Kongres Nasional Afrika. Mandela segera bekerja dengan sekelompok pemuda yang berusaha keras mengerahkan organisasi ini kepada aksi-aksi radikal.
Dalam pertemuan di Johannesburg pada tahun 1944, kaum nasionalis Afrika mendirikan Liga Pemuda ANC. Liga ini menjadi alat pendorong perubahan di dalam tubuh organisasi besarnya. Pada saat yang sama, Nelson Mndela mulai masuk ke dalam lingkaran-lingkaran yang bertentangan, ia terlibat dalam debat-debat seru tentang cara terbaik bagi mayoritas kulit hitam mendapat kemerdekaannya. Pikiran yang terlatih dan dipertajam melalui studi hukum memberikan peran pemimpin kepada Mandela. Hal ini makin jelas jika dihubungkan dengan sikapnya yang hangat, sebuah sikap yang sudah menjadi bagian dari wataknya.
Pada tahun 1948, Mandela telah menjadi tokoh yang disegani di Liga Pemuda. Ia terpilih sebagai Sekretaris Jenderal, sebuah kunci di dalam organisasi tersebut. Tetapi, tahun itu  juga menjadi titik balik dalam sejarah Afrika Selatan kaum nasionalis Afrikaner terpilih dengan kemenangan mutlak oleh para pemilih kulit putih dengn menyebarkan janji Apartheid memperluas Segresi rasial yang telah berlangsung lama dan menjadi bagian dari Afrika selatan.
Sementara penindasan terus berlangsung Mandela memainkan peranan penting sebagai Sekretaris Jendral Liga pemuda ANC dengan menempatkan organisasi itu dalam skala nasional. Tujuan pertamanya telah tercapai menjadikan ANC sebagai kelompok penekan yang efektif di dalam ANC. Pada akhir tahun 1949, organisasi itu berhasil membuat konferensi nasional ANC menerima “program aksi” sebuah rancangan aksi menentang penguasa kulit putih dengan cara tidak bekerja sama.

Mandela, sang pemimpin
Mandela dengan cepat naik ke jajaran tertinggi pemimpin ANC. Pada atahun 1951 ia terpilih menjadi ketua Liga pemuda pada tahun 1952, ketika usianya 33 tahun ia menjadi pemimpin di Propinsi Transvaal. Johannesburg adalah ibu kota propinsi yang kuat ini, di tingkat nasional ia menjadi salah satu dari empat wakil ketua yang ada.Kegiatan profesionalnya juga makin berkembang. Bersama Oliver Tambo, rekannya di Liga Pemuda ANC, ia menjalankan praktek hukum
Selanjutnya, ia terpilih lagi menjadi ketua suka rela untuk aksi ANC yang berikutnya, dan juga yang paling ambisius dalam sejarahnya. Aksi itu menuntut dibatalkannya enam undang-undang yang tidak adil. Pemerintah  menolak ANC melancarkan kampanye pembangkangan.
Mandela ditangkap, tapi segera membayar uang jaminan agar dapat melanjutkan kampanye tersebut. Ia mendesak orang-orang agar tetap bertahan dan menekankan bahwa apa yang dijalankan saaat itu adalah protes tanpa kekerasan.
Tanpa kekerasn adalah prinsip dasar ANC. Prinsip ini dituruti karena para pemimpin ANC percaya kepada protes damai sebagai hasil cara pandang kristen mereka. Walaupun ia telah berusaha kerasa, kekerasan kerap terjadi baik dari polisi maupun orang-orang pemukiman sendiri.
Mandela kini benar-benar dalam bahaya. Bersama sejumlah pemimpin lainnya yang menjadi sasaran pemerintah. Ia adalah salah satu pemimpin yang terus diganggu pemerintah tanpa perlu diajukan ke pengadilan. Mandela di larang menghadiri pertemuan dimanapun. Mandela juga dilarang meninggalkan Johannesburg.  Usaha  pemerintah untuk menghentikannya tidak sepenuhnya berhasil.

Pembantaian di Sharpeville
Mandela adalah salah satu di antara pemimpin ANC yang membakar pas jalannya di depan umum. ANC menyerukan aksi mogok sebagai potes seminggu kemudian, dan mendapat simpati terbesar sepanjang sejarahnya. ketika terjadi bentrokan, polisi menembaki lebih banyak orang lagi. Tetapi Mandela tetap memilih jalan tanpa kekerasan. Ia memimpin sebuah kampanye menuntut konvensi nasional bagi seluruh penduduk Afrika selatan untuk menyiapkan undang-undang baru yang adil.
Mandela tetap berhubungan dengan rakyat melalui sejumlah wartawan kepercayaannya. Nelson mandela, ahli hukum yang selalu berpakaian dengan baik kini bekerja di belakang layar. Ia sama sekali tidak memperlihatkan rasa takut. Dengan tenang dan meyakinkan ia memimpin pemogokan itu. Mandela dikenal sebagai tokoh yang selalu lolos dari tangkapan polisi.
Beberapa minggu kemudian Mandela mengungsi ke luar negeri. Tanpa paspor ia pergi melalui Bostwana ke berbagai negara di Afrika, bertemu dengan para pemimpin  dan mencari bantuan mereka untuk menyerang Apartheid. Ia meminta bantuan keuangan dan tenaga untuk melatih gerilyawan. Negara-negara Afrika, seperti Ghana, mendengarkannya dengan simpatik dan berjanji akan memberikan bantuan.
Enam bulan kemudian Mandela kembali ke Afrika selatan menerobos perbatasan dari Botswana. Polisi mendapat kabar bahwa ia telah kembali. Perburuan tehadap dirinya kembali dimulai. Polisi terus menerus mengawasi Winnie dan berulang kali menangkapnya. Mandela berkeliiling negeri untuk membentuk organisasi baru itu. Ia menyamar sebagai seorang sopir dengan nama “David Motsmai” pada tanggal 5 agustus 1962 sebuh mobil polisi menyusul dan menyuruh berhenti dan menangkap nelson mandela ia dihukum penjara selama selama lima tahun dan kemudian Walter Sisulu dan pimpinan tertinggi Umkohonto We Swize.
Berdasarkan dokumen-dokumen yang ditemukan di lilliesleaf, Mandela kembali dituntut bersama sembilan orang lainnya oleh Mahkamah Agung di Pretoria. Dalam daftar namanya tertera sebagai tertuduh pertama. Kelompok itu dituduh melakukan sabotase revolusi dengan kekerasan. Tuntutan terhadap mereka benar-benar menyeramkan, yaitu hukuman mati. Gelombang protes terdengar diseluruh dunia. Hukumannya berubah penjara seumur hidup. Kali ini ia bersama teman-temannya diterbangkan ke Cape Town. Dan di tempat itulah Nelson Mandela menghabiskan delapan belas tahun hidupnya. Mandela selalu bersikap ramah dan selalu bersedia memberikan pendapat-pendapatnya. Seperti pada saat ia masih bebas, ia dikenal karena ketenangannya dan kemauannya untuk mendengarkan apa saja yang ingin dikatakan orang lain. Ia bermain catur dan meneruskan kuliah hukumnya yang tidak sempat diperoleh pada tahun 1940-an
Dengan cepat ia menjadi terkenal dan sekaligus menakutkan bagi petugas penjara. Menyadari perkembangan yang berbahaya ini, ia dipisahkan bersama sejumlah teman, seperti Walter Sisulu, dari tahanan lainnya dan di tempatkan di dalam bagian yang terpisah.

Mandela di  tawarkan kebebasan
Pemerintah segera menyadari bahaya yang sedang melanda kekuasaan mereka, sebelum pemberontakan anak-anak tahun 1976, usaha mendekati Mandela secara diam-diam telah di lakukan secara diam-diam. Mandela ditawarkan meninggalkan negeri ini dan ditawarkan pergi ke Transkei, salah satu negara tribal kecil yang “merdeka”. Tetapi, Mandela menolak. Mandela menekankan bahwa ia hanya mau meninggalkan penjara jika tidak ada syarat yang harus dipenuhinya. Jika dilepaskan, ia mau kembali sebagai orang yang bebas, dan dapat melakukan apapun yang dikehendakinya.
Syaratnya sangat mudah dan masuk akal, ia harus meninggalkan aksi kekerasan. Tetapi, sementara itu Apartheid masih tetap berlangsung, dan ANC masih tetap melancarkan perlawanan bersenjata terhadap kekuasaan kulit putih. Bagi Mandela mengutuk aksi kekerasan sama dengan mengutuk ANC dan perjuangan untuk mencapai kebebasan.  Ia hanya mau berunding dengan pemerintah sebagai orang bebas dan jika ANC juga di bebaskan. Tuntutan agar ia dibebaskan terus terdengar dari seluruh penjuru dunia. Ia mewakili kebebasan di Afrika Selatan, dan menjadi simbol kebebasan di seluruh dunia, dimana masih ada orang-orang tertindas.

Perpecahan di dalam pemerintah
Kasus Mandela berhasil menarik perhatian internasional tentang apartheid dan kerusuhan yang terjadi di negeri itu ketika pemerintah berusaha mempertahankan kekuasaan dengan jalan kekerasan. Tiba-tiba secara mendadak ia diberitakan sakit. Ia segera di bawa kerumah sakit karena mengidap tuberkolosis. Tak lama kemudian ia kembali sehat.
Pada tahun 1989 peristiwa politik berkembang dengan cepat, keadaan ekonomi Afrika Selatan memburuk. Pertumbuhan ekonomi terganggu karena kerusuhan di dalam negeri yang hampir tidak pernah berhenti, ditambah lagi dengan sangsi ekonomi yang di lakukan oleh sejumlah negara. Pada awal tahun 1990, bersamaan dengan terpilihnya F.W. De Klerk sebagai Presiden Afrika Selatan, jelas bahwa pembebasan Mandela tinggal menunggu waktu saja. Pada tanggal 2 Februari 1990 di cabutnya larangan terhadap ANC, PAC, dan lembaga lainnya  yang dinyatakan terlarang selama bertahun-tahun.
Akhirnya pada tanggal 10 Februari, ia mengumumkan bahwa Nelson Mandela akan dibebaskan hari berikutnya tanpa syarat. Mandela mulai berpidato tentang perdamaian, demokrasi, dan kebebasan kutipan dari pidato mandela “Aku berjuang menentang dominasi kulit putih dan aku berjuang menentang dominasai kulit hitam. Aku membawa gagasan tentang masyarakat yang demokratis dan bebas, dimana semua orang hidup dalam harmoni dan kesempatan yang sama. Ini adalah gagasan tentang hidup yang ingin kujalani dan kucapai. Tetapi jika diperlukan, aku rela mati demi gagasan ini”
Tanpa dendam
Ketika Mandela menghadiri pertemuan demi pertemuan, gambaran yang mengejutkan orang kulit putih pada khususnya , adalah tidak adanya sikap dendam tehadap masa lalu. Ia memperlihatkan simpatinya terhadap kegelisahan kelompok minoritas kulit putih tentang masa depannya yang berhadapan dengan mayoritas kulit hitam. Mandela bekerja keras mengelilingi dunia untuk mengumpulkan dana bagi ANC dan mengucapkan terimakasih secara pribadi kepada berbagai pemerintah yang telah menyumbangkan suara mereka bagi kebebasannya. Ia ditunjuk sebagai pejabat presiden ANC. Ia berhasil dalam menjaga unsur-unsur yang lebih agresif di ANC berbicara dan membuat mereka menghentikan perjuangan bersenjata mereka. Nelson Mandela dan De Klerk dinominasikan untuk hadiah nobel bagi perdamaian dan walaupun mereka tidak memenangkannya, mereka mendapatkan penghargaan intenasional lainnya di bidang hak asasi manusia.
Negoisasi mengalami kemajuan dan De Klerk mencabut undang-undang diskriminasi. Ia menghapuskan persyaratan undang-undang diskriminasi. Ia menghapuskan persyaratan undang-undang pemisahan fasilitas, undang-undang tanah, undang-undang wilayah kelompok, dan undang-undang pendaftaran registrasi penduduk. Inilah saatnya untuk menggantungkan harapan besar dan persahabatan di antara rakyat Afrika Selatan. Namun kehidupan pribadi Mandela tidak semulus kehidupan profesionalnya ia berpisah dengan Winnie karena Mandela mengumumkan telah terjadi perbedaan-perbedaan yang tidak dapat didamaikan lagi di antara mereka.
Ekonomi berada dalam keadaan yang mengenaskan. Walaupun Mandela melakukan pembicaraan pribadi dengan De Klerk, negoisasi-negoisasi yang dilakukan gagal. Kekerasan meningkat antara kulit hitam dan kulit putih namun juga antara kulit hitam, terutama antara ANC dan pergerakan Zulu.
Perubahan-perubahan besar yang terjadi setelah Mandela dibebaskan menunjukkan keinginan besar di antara kaum kulit putih dan hitam akan perubahan dan kerja sama. Kegagalan terletak pada perjuangan akan kekuasaan dan kesulitan untuk membentuk pemerintah yang benar-benar baru. Inilah Nelson Mandela, manusia yang terus melakukan sisi kemanusiaannya yang terbaik untuk mengakhiri apartheid dan untuk memecahkan satu dari masalah-masalah dunia yang paling akut.
Pada 1994, Afrika Selatan mengadakan pemilihan umum kali pertama dalam sejarah Afrika Selatan. Mandela menjadi presiden kulit hitam pertama Afrika selatan. Setelah lima tahun menjadi presiden, Mandela pensiun dari jabatannya di politik. Dia kembali untuk tinggal di wilayah Transkei, dimana dia dibesarkan.

Apa yang perlu dipetik dari kepemimpinan Nelson Mandela ?
Saat dunia merayakan kehidupan dan warisan dari mantan presiden Afsel dan penerima Penghargaan Nobel Perdamaian Dunia Nelson Mandela, namun kiranya kita perlu memetik pelajaran kepemimpinan yang berharga dari kehidupan sang legenda. Bagaimana pun kepemimpinan Mandela mencerminkan nilai-nilai universal yang tidak akan lengkang oleh jaman. Nilai-nilai kepemimpinan ini patut diketahui dan diamalkan oleh setiap pemimpin, terutama generasi muda yang akan datang. Dimana kepemimpinan bukan hanya sekedar menjadi pemimpin dan mempunyai kekuasaan namun perlu juga memperhatikan hal etika dan perilaku manusianya. Seperti yang dikemukakan dalam Great Man Theory bahwa :
a.    Pemimpin yang benar-benar hebat itu dilahirkan bukan diciptakan,
b.    Kepemimpinan merebes keluar bagaikan uap es kering, dari manusia unggul yang diberkahi kecerdasan luar biasa, energi dan kemanpuan moral,
c.    Seorang individu yang menonjol bisa muncul pada saat krisis dan mengiring bangsa menuju kemenangan atau menyelamatkan perusahaan.
Seperti yang telah dikemukan dalam teori tersebut bahwa kepemimpinan Mandela muncul ketika kondisi Afrika Selatan yang kurang kondusif, tekanan demi tekanan dirasakannya dan akhirnya muncul sebagai pemimpin yang didukung oleh masyarakatnya.
Kepemimpinan itu mengedepankan perilaku, bukan jabatan
Meskipun Mandela hanya menjadi penguasa di Afsel selama 5 tahun, beliau mampu menjadi panutan warga dunia. Mandela merupakan contoh klasik bagaimana seseorang bisa memimpin tanpa adanya kewenangan formal. Selama lebih dari 27 tahun ia dipenjara, ia tetap memancarkan pengaruhnya. Sepanjang masa kepemimpinan sebagai presiden selama 5 tahun, kepemimpinannya lebih kokoh. Dalam 1,5 dekade dan masa pensiunnya dari dunia politik, pengaruh Mandela terus tumbuh dan meluas dalam bidang filantropi dan kemanusiaan. Tak bisa disangkal, pengaruhnya makin luas berkat posisi presiden yang ia duduki. Tetapi di samping itu, Mandela menunjukkan bahwa posisi dan gelar tidak mendefinsikan apakah seseorang pemimpin yang hebat, justru mereka mendefinisikan dirinya sendiri dan memaksimalkan kekuatan dan kekuasaannya yang didapat dalam posisi itu untuk memberikan sebanyak mungkin pengaruh positif bagi masyarakat luas yang dipimpinnya.
Kapasitas untuk menyatukan, memotivasi dan menggerakkan mereka yang dipimpin untuk mewujudkan aspirasi bersama dalam kehidupan ialah hal yang perlu dicapai dalam sebuah kepemimpinan, bukan hanya menduduki jabatan tertentu dan memerintah orang seenaknya. Kebenaran sederhana ini memberikan harapan bagi generasi masa kini dan mendatang, menunjukkan bahwa kepemimpinan bukanlah sebuah aktivitas yang semata-mata berhubungan dengan setelan jas atau penampilan rapi layaknya CEO ternama. Kebaikan bisa dilakukan pada semua tahap karir seseorang. Kepemimpinan yang baik dapat menyalakan kembali jiwa dan semangat dalam profesional yang tengah menapaki karirnya- seseorang tengah mengamati, belajar dan menirukan teladan yang diberikan, tidak peduli siapa yang mengakui atau mengabaikan kontribusi yang diberikan sebagai pemimpin. Pada saat yang sama, teladan yang diberikan Mandela juga memberikan tujuan yang terbarukan pada para pemimpin yang berkuasa bahwa pensiun bukanlah sesuatu yang menjadi momok menakutkan dan harus dihindari. Ada tujuan dan makna unik dalam setiap tahapan kehidupan manusia. Terimalah setiap fasenya dan arahkan ke tempat Anda berada.
Lebih suka merangkul daripada balas dendam
Dikatakan bahwa pada saat menghadapi bahaya, orang secara naluriah akan merespon, bertarung atau melarikan diri. Sama halnya dalam menghadapai konflik, banyak pemimpin memberikan respon standar yang hampir otomatis: mereka memilih untuk berkolaborasi atau membalas dendam. Tidak ragu lagi membalas lawan bisa memberikan kepuasan tetapi dalam dunia yang saling terhubung, hal ini bisa menjadi strategi jangka pendek yang suatu saat berubah  dan merugikan. Mengasingkan mitra potensial akan menghambat kemajuan pada diri kita. Pembalasan makin memperkuat keterkungkungan, sementara kolaborasi akan menyembuhkan dan mengeratkan hubungan. Membalas memperpanjang permusuhan tetapi kolaborasi justru meningkatkan pembelajaran dan kemajuan bersama. Naluri untuk berkolaborasi ini menjadi titik tertinggi kepemimpinan abad ke-21 yang efektif. Inilah naluri yang dimiliki Mandela dalam memimpin.
Mandela mengasah naluri berkolaborasinya sebelum menjadi presiden kulit hitam pertama di Afsel, menyusun sebuah tim kepemimpinan yang multirasial dan seimbang dalam komposisi gender dalam memberantas apartheid sebagai kepala dalam Kongres Nasional Afrika. Seperti sebagian besar pemimpin hebat, Mandela mengetahui bagaimana mendengar dan memaksimalkan potensi dalam cara pikir orang lain. Ia memahami kekuatan memaafkan mereka yang sudah menganiayanya dan dengan rendah hati bekerjasama dengan mereka yang sudah diperlakukan secara kurang adil. Riset dan pengalaman menunjukkan bagaimana naluri berkolaborasi mengubah bangsa, merevolusi pemerintahan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan akhirnya memperkaya kehidupan masyarakat secara luas.
Jangan pernah menyerah dengan gagasan yang tampak mustahil
Apakah gagasan bahwa Afsel yang bebas apartheid tidak mungkin tercapai hingga tidak pantas mendapatkan komitmen untuk mewujudkannya? Perkataan Mandela yang banyak dikutip ialah “Selalu tampak mustahil hingga telah terwujud.” Kegigihan tekadnya dalam menghadapi apartheid yang kurang manusiawi menunjukkan pada kita bahwa sesuatu yang tampak mustahil akan tetap mustahil jika pria dan wanita yang memiliki tujuan yang sama gagal membangkitkan keberanian untuk melakukan hal yang dianggap benar.


DAFTAR PUSTAKA :
Soeratman Darsti. 2012. Sejarah Afrika, ombak, Yogyakarta.
http://indonesiadalamsejarah.blogspot.com/2012/03/nelson-mandela-dan-politik-apartheid.html
http://zounathan.blogspot.com/2012/02/politik-apartheid-afrika-selatan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar