kedatangan
Raja Salman ke Indonesia memberikan euforia tersendiri bagi bangsa Indonesia. dimana. Antusias masyarakat terlihat ketika perjalanan Raja Salman
menuju istana kepresidenan di Bogor, banyaknya masyarakat yang ingin
melihat raja Salman secara lebih dekat. Seperti kita ketahui, sebenarnya Raja
Salman mengunjungi Indonesia hampir sama dengan para pimpinan negara-negara
asing yang datang ke Indonesia. Namun ada sesuatu yang berbeda dari kepala Negara
lainnya. Apakah yang istimewa sebenarnya terhadap Raja Salman?
Kesepakatan
kerja sama itu meliputi peningkatan pimpinan sidang komisi bersama, pendanaan
proyek pembangunan, kerja sama di bidang usaha kecil menengah, bidang
kebudayaan, kesehatan, perhubungan, keagamaan, riset dan teknologi, kelautan
dan perikanan, perdagangan, dan penanganan kejahatan. Begitu juga seperti yang
dikemukan oleh Presiden RI Jokowi bahwa Arab Saudi merupakan salah satu mitra
terpenting di Timur Tengah, baik dari segi hubungan antar masyarakat maupun
dari segi ekonomi dan politik, begitu juga perlindungan tenaga kerja Indonesia
diluar negeri.
Terkait
dengan perlindungan tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi, Menteri Luar Negeri
Retno LP Marsudi menyatakan, Presiden Joko Widodo berharap Pemerintah Arab
Saudi dapat melindungi dan mengayomi semua warga negara Indonesia di sana,
termasuk para TKI. Ketiga, kedatangan Raja Salman ke Indonesia—dalam
rangkaian tur Asia yang juga meliputi Malaysia, Brunei, China, Jepang,
Maladewa, dan Jordania—merupakan kunjungan balasan atas lawatan Presiden ke
Arab Saudi, September 2015.
Presiden
menilai kunjungan Raja Salman merupakan kunjungan yang sangat bersejarah. Presiden
menyampaikan, Indonesia tidak akan melupakan peran Arab Saudi sebagai salah
satu negara yang pertama mengakui kedaulatan RI tahun 1947. RI dan Arab Saudi
merupakan negara besar yang memiliki pengaruh penting di kawasan sehingga
selayaknya keduanya meningkatkan kerja sama.Karena
itu, pemerintah menyambut secara khusus kunjungan kenegaraan Raja Salman. Ini
kunjungan pertama Raja Arab Saudi setelah kunjungan Raja Faisal bin Abdulaziz
al-Saud, 47 tahun silam. Kunjungan ini, kata Presiden, menjadi titik tolak bagi
peningkatan hubungan kedua negara. Sudah selayaknya hubungan RI-Arab Saudi
ditingkatkan karena kedua negara dipersatukan oleh persaudaraan dan hubungan
yang saling menguntungkan. Presiden meyakini Indonesia dapat menjadi mitra
strategis Arab Saudi dalam upaya mencapai Visi 2030.
Keempat,
di luar persoalan ekonomi, Indonesia menegaskan pentingnya penyelesaian konflik
di Timur Tengah dengan cara damai. Kedua negara menekankan pentingnya memajukan
Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam semesta. Menurut menteri
Agama, Lukman Hakim Saifuddin , Arab Saudi justru
memiliki pandangan yang sama dengan Indonesia untuk menampilkan wajah Islam
yang moderat dan menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar