SELAMAT DATANG

DI BLOG PRO PERUBAHAN

Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit . Welcome In This Blog . Thanks For Your Visit .

Terima kasih, anda telah bergabung di Blog pro perubahan. Saya berharap dengan bergabungnya anda di bolg ini dapat memberikan warna baru dan pemikiran baru dalam kemajuan bangsa dan negara. Apabila anda berkenan, Saya harapkan berikan komentar atas tulisan, artikel, polling, dan opini yang Saya postingkan. Semua permintaan ini, harapan Saya hanya satu yaitu mendapatkan kritikan, masukan untuk kemajuan isi blog pro perubahan kedepan. Terimakasih.

14/03/17

Kunjungan Raja Salman

Makna Kunjungan Raja Salman Ke Indonesia


kedatangan Raja Salman ke Indonesia memberikan euforia tersendiri bagi bangsa Indonesia. dimana. Antusias masyarakat terlihat ketika perjalanan Raja Salman menuju istana kepresidenan di Bogor, banyaknya masyarakat yang ingin melihat raja Salman secara lebih dekat. Seperti kita ketahui, sebenarnya Raja Salman mengunjungi Indonesia hampir sama dengan para pimpinan negara-negara asing yang datang ke Indonesia. Namun ada sesuatu yang berbeda dari kepala Negara lainnya. Apakah yang istimewa sebenarnya terhadap Raja Salman?

Ada beberapa hal  yang menarik  untuk kita perhatikan terhadap kunjungan Raja Salaman ke Indonesia antara lain. Pertama, Raja Salman adalah seorang Raja Arab dan sekaligus kepala pemerintahan di Negara Saudi Arabia yang diberikan kewenangan untuk menjaga kota suci umat Islam yaitu kota Mekkah dan Madinah. Mengingat bangsa Indonesia adalah mayoritas beragama Islam maka kunjungan raja salman mempunyai daya tarik tersendiri yaitu adanya persamaan akidah yang dirasakan oleh bangsa Indonesia. Kedua, beberapa pengamat ekonomi berpendapat bahwa kedatangan Raja Salman memberikan manfaat yaitu Hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi memasuki babak penting. Hal ini ditandai dengan kunjungan balasan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud  ditandatangani 11 butir kerja sama berbagai sektor.

Kesepakatan kerja sama itu meliputi peningkatan pimpinan sidang komisi bersama, pendanaan proyek pembangunan, kerja sama di bidang usaha kecil menengah, bidang kebudayaan, kesehatan, perhubungan, keagamaan, riset dan teknologi, kelautan dan perikanan, perdagangan, dan penanganan kejahatan. Begitu juga seperti yang dikemukan oleh Presiden RI Jokowi bahwa Arab Saudi merupakan salah satu mitra terpenting di Timur Tengah, baik dari segi hubungan antar masyarakat maupun dari segi ekonomi dan politik, begitu juga perlindungan tenaga kerja Indonesia diluar negeri.
Terkait dengan perlindungan tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyatakan, Presiden Joko Widodo berharap Pemerintah Arab Saudi dapat melindungi dan mengayomi semua warga negara Indonesia di sana, termasuk para TKI.  Ketiga,   kedatangan Raja Salman ke Indonesia—dalam rangkaian tur Asia yang juga meliputi Malaysia, Brunei, China, Jepang, Maladewa, dan Jordania—merupakan kunjungan balasan atas lawatan Presiden ke Arab Saudi, September 2015.

Presiden menilai kunjungan Raja Salman merupakan kunjungan yang sangat bersejarah. Presiden menyampaikan, Indonesia tidak akan melupakan peran Arab Saudi sebagai salah satu negara yang pertama mengakui kedaulatan RI tahun 1947. RI dan Arab Saudi merupakan negara besar yang memiliki pengaruh penting di kawasan sehingga selayaknya keduanya meningkatkan kerja sama.Karena itu, pemerintah menyambut secara khusus kunjungan kenegaraan Raja Salman. Ini kunjungan pertama Raja Arab Saudi setelah kunjungan Raja Faisal bin Abdulaziz al-Saud, 47 tahun silam. Kunjungan ini, kata Presiden, menjadi titik tolak bagi peningkatan hubungan kedua negara. Sudah selayaknya hubungan RI-Arab Saudi ditingkatkan karena kedua negara dipersatukan oleh persaudaraan dan hubungan yang saling menguntungkan. Presiden meyakini Indonesia dapat menjadi mitra strategis Arab Saudi dalam upaya mencapai Visi 2030.


Keempat, di luar persoalan ekonomi, Indonesia menegaskan pentingnya penyelesaian konflik di Timur Tengah dengan cara damai. Kedua negara menekankan pentingnya memajukan Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam semesta. Menurut menteri Agama,  Lukman Hakim Saifuddin , Arab Saudi justru memiliki pandangan yang sama dengan Indonesia untuk menampilkan wajah Islam yang moderat dan menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar